Pages

Monday, April 4, 2011

Bersabarlah Atas Beban Dakwah

Bismillah..

Menurut Al-Qur’an sabar yang keempat adalah sabar atas beban dakwah kepada Allah. Sebab para da’i menuntut menusia agar membebaskan diri dari hawa nafsu, lamunan-lamunan kosong, adat kebiasaan mereka, memberontak kepada syahwat, sembahan nenek moyang, tradisi kaum, da superioritas kelas atau keturunan, memberikan sebagian yang mereka miliki kepada saudaranya, dan mematuhi ketentuan-ketentuan Allah dalam bentuk perintah dan larangan, halal dan haram.

Sementara kebanyakan manusia menentang dakwah yang dibawakan oleh Rasulullah shallahu alaihi wa sallam, seperti menghadapi perlawanan yang menggunakan segala bentuk senjata, harta, kekuasaan, kekuatan, wibawa, pengaruh dan sebagainya.

Tidak ada jalan lain bagi para da’i kecuali harus berpegang teguh dengan keyakinan serta bersenjatakan kesabaran dalam menghadapi kekuatan dan kekuasaan tiran.

Sabar di sini seperti dikatakan Imam Ali ra, merupakan pedang yang tak pernah tumpul dan cahaya yang tak bisa redup. Hal ini sesuai dengan yang disebutkan hadist shahih,

“Sabar adalah cahaya”.

Inilah rahasia dikaitkannya antara tawashibish-shabri dan tawashi bil haqqi dalam surat al-Ashr,

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS. Al-Ashr [103] : 1-3)

Sebab, kebenaran tidak dapat dipertahankan kecuali dengan sabar. Juga merupakan rahasia dikaitkannya kesabaran dengan amar ma’ruf dan nahi munkar di dalam wasiat Lukman Hakim kepada anaknya,

“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah manusia dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (QS. Lukman [31] : 17)

Seolah-olah dia berpesan, selama engkau menyeru kepada manusia kepada kebaikan, memerintah mereka melakukan yang ma’ruf dan mencegah mereka dari yang mungkar, maka persiapkanlah dirimu yang memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran.

Beban-beban dakwah kepada Allah wujudnya beraneka ragam, di antaranya yang disebutkan al-Qur’an sebagai berikut,

Pertama, dalam bentuk keberpalingan manusia dari juru dakwah. Sesuatu yang dirasa paling menyesakkan dada seorang juru dakwah ialah penolakan manusia terhadap dakwah yang telah diserukannya.

Hal ini dapat kita lihat dalam munajat Nabi Nu as kepada Allah, ketika mengadukan ikhwal kaumnya yang menolak dakwahnya.

Berkata Nuh, Rabbi, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam, tetapi seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenarana). Dan sesungguhnya setiap aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap mengingkari dan menyombongkan diri dengan sangat” . (QS. Nuh [71] : 5-7)

Dalam dakwah Nabi Hud as ketika kaumnya berkata,

Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepad kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali akan meninggalkan sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kami”. (QS. Hud [11] : 53)

Juga dapat kita lihat dalam dakwah Nabi Muhammad saw ketika Allah menjelaskan sikap kaumnya kepadanya,

“Haa Miim. Diturunkan dari Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, sebagai berita gembira da peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (darinya), maka mereka tidak mau mendengarkan. Mereka berkata : Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamuj seru kami kepadanya dan di telinga kami ada sumbatan dan diantara kami dan kamu ada dinding maka bekerjalah kamu, sesungguhnya kami bekerja pula”. (QS. Fushilat [41] : 1-5)

Oleh sebab itu, Allah bersifat kepada Rasul-Nya,

Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaran itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janglanlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka”. (QS. An–Nahl [16] : 127)

Juru dakwah yang telah mencontohkan bentuk ini secara mengagumkan adalah Nuh as, ketika ia menghadapi keberpalingan dan rintangan yang tidak pernah lagi dihadapi oleh juru dakwah sesudahnya.

Dalam bentuk gangguan manusia dengan ucapan atau perbuatan. Tidak ada sesuatu yang paling menyedihkan sesorang da’i yang mukhlis, yang bersih dari hawa nafsu dan sangat mencintai kebaikan bagi manusia, daripada sikap manusia yang menyambut nasihatnya dengan tuduhan-tuduhan palsu, yang menolak seruannya ke jalan Allah dengan kekerasan, yang membalas kebaikannya dengan kejahatan, yang menuduh aktivitasnya yang konstruktif dengan merongrong keamanan negara.

Kadang-kadang persoalannya tidak h anya sampai di sini. Para thagut itu bahkan seringkali merampas hartanya, menyiksa tubuhnya, memasung kebebasannya, menodai kehormatannya, menghabisi nyawanya, ata mengusirnya dari negara kelahirannya.

Inilah yang pernah disumpahkan al-Qur’an tentang kepastian terjadinyanya terhadap da’I Allah. Ketika Kitabullah menjelaskan hal itu kepada kaum Mukminin agar mempersiapkan dirinya dengan senjat sabar,

Kamu sungguh-sungguh akan diuji menyangkut hartamu dan dirimu, dan juga kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang di beri Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang hygn mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang m enyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu urusan yang patu diutamakan”. (QS. Ali Imran [3] : 186)

Dari sini kemudian Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk bersabar atas gangguan kaumnya.

Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik”. (QS. Al-Muzammil [73] : 10)

Semua nabi telah mencontohkan secara baik bentuk sabar ini. Karena itu, Allah memberikan pujian dan kemuliaan bagi mereka yang bersabar di jalan dakwah dan jalan-Nya. Wallahu’alam.

Thursday, March 31, 2011

Allah Cinta PertamaKu

Ku cinta Dia. Kita mencintai Allah SWT. Adakah sekadar kata-kata cukup sebagai bukti?

" Tidak, cinta kepada-Nya tidak terbukti hanya melalui kata-kata. "

Hasan Al-Basri rahimahullah berkata:

Para sahabat Nabi SAW berkata: " Wahai Rasulullah! Sesungguhnya kami amat mencintai Allah SWT. "Kemudian Allah SWT mahu menjadikan tanda yang menunjukkan kecintaan kepada-Nya. Dengan itu Allah SWT menurunkan ayat berikut:

Katakanlah (wahai Muhammad): "Jika benar kamu mencintai Allah SWT maka ikutilah aku. Nescaya Allah SWT mencintai kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

(Ali 'Imran: 31)

Dari Abu Hurairah RA katanya :

Rasulullah s.a.w. bersabda :

Sesungguhnya Allah SWT berfirman: " Barangsiapa memusuhi kekasih-Ku, maka Aku memberitahu kepadanya bahawa dia akan Aku perangi. Dan tidaklah seseorang hamba-Ku itu mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang amat Aku cintai lebih daripada apabila dia melakukan apa yang telah Aku fardhukan kepadanya. Dan tidaklah seseorang hamba-Ku itu mendekatkan diri kepada-Ku dan melakukan perkara sunnah sehingga akhirnya Aku mencintainya. Maka apabila Aku telah mencintainya, Akulah telinganya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah matanya yang dia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang dia gunakan untuk mengambil dan Akulah kakinya yang dia gunakan untuk berjalan. Andaikata dia meminta sesuatu kepada-Ku pastilah Aku beri, dan andaikata dia memohon perlindungan kepada-Ku pastilah Aku lindungi. "

(Riwayat Bukhari)

Saidina Umar al-Khattab r.a. pernah berkata :

" Amalan yang paling afdhal ialah melaksanakan amalan yang difardhukan oleh Allah SWT, menjauhi perkara yang diharamkan-Nya dan benarnya niat untuk mendapatkan apa yang ada di sisi Allah SWT semata-mata. "

Al-Quran

Di antara perkara sunat utama yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT ialah membaca Al-Quran dan mendengarnya dengan penuh tafakkur, tadabbur serta memahaminya.

Firman Allah SWT

Wahai manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Al-Quran yang menjadi nasihat pengajaran dari Tuhankamu, dan penawar bagi penyakit dalam dada kamu, dan hidayah petunjuk (untuk keselamatan), serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

( Surah Yunus: 57)

Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:

" Bacalah Al-Quran kerana ia akan memberi syafaat(pertolongan)kepada sesiapa yang membacanya pada hari akhirat kelak. "

Bukti DicintaiNya

Apabila seorang hamba dicintai oleh Allah SWT, maka ada buktinya dan ada tandanya.

Telinganya, hanya mendengar sesuatu yang berupa ketaatan kepada Allah SWT, tidak atas dorongan hawa nafsu dan syaitan.

Pandangan matanya, sentiasa dalam ketaatan kepada Allah SWT, jauh daripada dorongan kebinasaan hawa nafsu dan syaitan.

Tangan kaki dan pergerakannya, sentiasa dalam ketaatan kepada Allah SWT, bukan kemaksiatan kepadaNya.

"Kita muhasabah diri. Adakah terdapat pada diriku bukti-bukti itu? Adakah aku dicintaiNya?"

Asy-Syaukaani berpendapat :

" Allah SWT memberi kepada anggota-anggota tersebut nur-Nya (cahaya) yang menyuluh jalan hidayah dan menghindarkannya daripada kesesatan. "

Siapa Bertakhta Di Hati ?

Firman Allah SWT :

Katakanlah: " Jika bapa-bapa, anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khuatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah SWT dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya,maka tunggulah sehingga Allah SWT mendatangkan keputusan-Nya ". Dan Allah SWT tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasiq. "

(At-Taubah: 24)

Kecintaan kepada Allah SWT pasti membuahkan cinta kepada teman hidup dan keluarga. Cinta insani itu adalah buah daripada cinta kepada Allah SWT. Kecintaan kepada teman hidup dan keluarga perlu didasari dengan cinta kepada Allah SWT.

Kebahagiaan bergantung kepada sesuatu yang menjadi neraca nilai. Andai syara' diambil sebagai neraca nilai, kebahagiaan anugerah Allah SWT pasti bersama. Kebaikan adalah apa yang syara' tetapkan sebagai baik. Keburukan adalah apa yang syara' tetapkan sebagai buruk. Kehidupan dan interaksi indah dihiasi dengan nilai Islam.

Tiada ketaatan kepada makhluk dalam perkara maksiat kepada Pencipta. Allah Al-Khaliq. Harta adalah ujian. Andai dimanfaatkan ke jalan Islam, Insyaallah ianya adalah amal yang akan menghadirkan cinta Allah SWT. Jika yang sebaliknya berlaku, pasti mengundang kemurkaan dan azab-Nya.

Menjadi Usahawan Itu Mudah!!

E-Commerce Business

Ramai di antara kita berminat untuk menjalankan perniagaan. Ada yang sanggup menghabiskan hingga ratusan ringgit mahupun ribuan ringgit sebagai permulaan yang mana pada akhirnya tidak mendapat pulangan yang diidam-idamkan.

Berniaga merupakan salah satu daripada sumber pendapatan yang boleh diperolehi samaada dilakukan sepenuh masa ataupun sambilan ketika ada masa yang terluang. Berniaga juga bukanlah semudah yang disangkakan kerana ia memerlukan komitmen yang tinggi untuk memenuhi permintaan pelanggan serta perkhidmatan yang memuashan hati mereka. Kejujuran serta komunikasi terhadap pelanggan harus diutamakan dalam apa jua transaksi perniagaan.

Produk Fizikal dan Produk Digital

Di alam internet masa kini, terdapat pelbagai perniagaan yang menggunakan internet sebagai alat pemasaran sesuatu produk ataupun perkhidmatan. Ada yang menjual produk fizikal dan tidak kurang juga ada yang menjual produk digital. Ada juga yang membantu memasarkan produk tersebut melalui internet dengan hanya mengambil komisyen setiap produk yang terjual.

Kini, dengan kepesatan teknologi maklumat yang semakin berkembang, terdapat juga perkhidmatan di mana anda boleh menjadi usahawan dengan cara yang paling mudah dan menjimatkan masa. Anda hanya perlu membuat pemasaran tanpa membeli produk terlebih dahulu, tanpa menyimpan stok dan tanpa melakukan penghantaran.

Sistem Dropship

Sistem 'Dropship' adalah satu sistem di mana anda menggunakan perkhidmatan syarikat tertentu untuk menghantar produk yang anda jual kepada pelanggan anda. Melalui cara ini, anda hanya perlu menerima bayaran serta pesanan dari pelanggan anda dan kemudian menggunakan syarikat tersebut untuk menghantar produk tersebut bagi pihak anda.

Cara ini mampu menjana pendapatan sampingan dengan kos yang amat murah serta masa yang sedikit untuk melaksanakannya. Maka anda bolehlah meluangkan masa dengan keluarga di samping anda melatih diri untuk menjadi usahawan yang berjaya.

Di harap perkongsian ini mampu meningkatkan ekonomi seisi rumah dengan menggunakan kemudahan internet serta sedikit sebanyak mampu menyelesaikan masalah kewangan yang seringkali merebak menjadi masalah lain di dalam institusi kekeluargaan

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...